Sumbarkita – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Gerindra, Endipat Wijaya, menyinggung donasi warga untuk korban bencana di Sumatera yang viral meski nilainya lebih kecil dibandingkan bantuan pemerintah. Ia menilai informasi mengenai bantuan negara yang mencapai triliunan rupiah seharusnya juga diketahui publik secara luas.
Pernyataan itu disampaikan Endipat dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12), sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube TVR Parlemen.
“Orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara sudah hadir dari awal. Ada orang baru datang, baru bikin satu posko, ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah sudah bikin ratusan posko di sana,” tegas Endipat.
Ia membandingkan sorotan publik terhadap donasi warga senilai Rp10 miliar dengan bantuan pemerintah bagi korban banjir dan longsor di Sumatera. Menurutnya, negara telah mengalokasikan bantuan dalam jumlah yang jauh lebih besar.
“Orang per orang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara sudah triliun-triliunan ke Aceh itu,” kata Endipat.
“Jadi yang seperti itu mohon dijadikan perhatian supaya ke depan tidak ada lagi informasi seolah-olah negara tidak hadir. Padahal negara sudah hadir sejak awal penanggulangan bencana.”
Endipat meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) lebih aktif mengamplifikasi kerja-kerja pemerintah agar informasi tersebut sampai ke masyarakat luas.
“Mohon jadi atensi dan dikembangkan sama Komdigi untuk menjadi informasi publik, sehingga publik tahu kinerja pemerintah itu sudah ada dan memang sudah hebat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kinerja sejumlah kementerian yang dinilainya belum tersampaikan secara masif ke publik, termasuk Kementerian Kehutanan dan aparat kepolisian yang disebut telah melakukan berbagai langkah perbaikan lingkungan di Sumatera.
“Mereka sudah melakukan banyak hal, tapi itu tidak pernah sampai ke telinga masyarakat,” ucap Endipat.
Di akhir penyampaiannya, Endipat menekankan pentingnya peran Komdigi dalam mengemas informasi strategis pemerintah agar mampu bersaing dengan narasi viral di media sosial.
“Komdigi harus mengerti isu sensitif nasional dan mengamplifikasi informasi itu supaya tidak kalah viral dibandingkan pihak-pihak yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh dan Sumatera,” katanya.














