Sumbarkita – PT Semen Padang memastikan komitmennya terhadap pembangunan sosial dan lingkungan tetap kuat. Pada tahun 2026, perusahaan semen tertua di Indonesia ini meningkatkan alokasi Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar 9,375 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menegaskan bahwa peningkatan tersebut sekaligus menjawab anggapan yang menyebut perusahaan memangkas anggaran CSR pada 2026.
“Tidak ada pemangkasan anggaran CSR PT Semen Padang. Alokasi CSR tahun 2026 justru tetap mencerminkan komitmen tinggi perusahaan terhadap pembangunan sosial dan lingkungan, meskipun industri semen sedang menghadapi tekanan yang cukup berat,” ujar Idris, Sabtu (24/1/2026).
Idris menjelaskan, angka Rp22 miliar yang kerap dijadikan pembanding merupakan alokasi CSR tahun 2024, saat laba bersih perusahaan pada 2023 masih relatif tinggi. Sementara itu, pada tahun buku 2024 dan 2025, laba bersih PT Semen Padang mengalami penurunan signifikan seiring kondisi industri semen nasional yang dihadapkan pada overkapasitas, persaingan harga yang ketat, serta kenaikan biaya energi dan distribusi.
“Meski laba menurun, PT Semen Padang tetap menunjukkan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan yang sangat kuat. Untuk tahun 2025, alokasi CSR mencapai 5 persen dari laba bersih tahun 2024. Sedangkan pada 2026, dana CSR yang dialokasikan mencapai Rp14 miliar atau sekitar 11 persen dari laba bersih tahun 2025,” tegasnya.
Pelaksanaan program CSR PT Semen Padang, lanjut Idris, sepenuhnya mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023 tentang Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BUMN. Regulasi tersebut menegaskan bahwa dana CSR bersumber dari anggaran kegiatan perusahaan pada tahun berjalan dan tidak mensyaratkan proporsi tertentu dari laba bersih.
Menanggapi pandangan bahwa porsi CSR untuk Kota Padang perlu ditingkatkan, Idris menyebut realisasi penyaluran selama ini justru lebih dari 90 persen difokuskan di Kota Padang, khususnya wilayah sekitar operasional perusahaan.
“Seluruh program CSR dirancang berbasis kebutuhan masyarakat, berkelanjutan, dan memiliki dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup warga Kota Padang,” katanya.
Sebagai perusahaan semen pertama di Indonesia yang telah beroperasi lebih dari 115 tahun, PT Semen Padang menegaskan komitmennya menjalankan bisnis berkelanjutan dengan menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“CSR bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” tutup Idris.
PT Semen Padang pun berharap dukungan seluruh elemen masyarakat Sumatera Barat agar perusahaan kebanggaan daerah tersebut terus tumbuh dan memberi manfaat luas.
“Siapa lagi yang mendukung perusahaan lokal kita ini, kalau bukan kita semua,” ujarnya.















