Sumbarkita — Suplai air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Padang kembali terhenti pada Minggu (7/12) pascabanjir bandang susulan dan hujan deras yang terjadi pada Sabtu (6/12) sore, setelah sebelumnya sempat mengalir ke sebagian pelanggan pasca banjir bandang yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025 lalu.
Kabag Humas PDAM Kota Padang, Novriardi Zein, mengatakan debit sungai yang meningkat menghancurkan bendungan sementara penampung air baku. Kemudian, pipa penyalur air baku juga terbawa arus sehingga instalasi pengolahan air (IPA) tidak dapat beroperasi sementara.
“Karena hujan deras kemarin dan sore ini, aliran terhenti kembali karena sumber air kembali meluap dan menghancurkan kembali bendungan sementara penampung air baku,” ujarnya kepada Sumbarkita.
Menurut Novriardi, PDAM mencatat 15 intake terdampak, terdiri dari 13 intake rusak dan 2 intake lainnya ikut terpengaruh sehingga tidak dapat berfungsi optimal. Kondisi cuaca yang masih tidak stabil membuat pemulihan aliran air terkendala. Meski demikian, tim teknis tetap melakukan upaya lapangan.
“Kami tetap berusaha maksimal bagaimana caranya agar air dapat dialirkan kembali,” katanya.
Ia menyebut, beberapa tim telah menyusuri aliran sungai meski dalam kondisi hujan untuk membuka jalur masuk air baku ke intake. Selain kerusakan fisik, kekeruhan air yang sangat tinggi juga menghambat proses pengolahan. Hal ini menyebabkan kapasitas penyediaan air bersih turun drastis.
“Kadar lumpur sangat tinggi sehingga tidak mampu terolah oleh sistem. Penyediaan air bersih yang berfungsi saat ini kurang dari 50 persen,” ujar Novriardi.
Hingga berita ini diturunkan, PDAM Kota Padang masih melakukan upaya darurat dan belum dapat memastikan waktu normalisasi aliran air karena cuaca dan tingkat kerusakan yang masih kompleks.














