SUMBARKITA — Setelah melaksanakan rangkaian ibadah haji 1443 Hijiriah selama lebih kurang 42 hari, Kelompok Terbang (Kloter) pertama jemaah haji akan segera tiba di Indonesia.
Wakil Menteri Agama yang sekaligus bertugas sebagai Naib Amirul Hajj Zainut Tauhid Sa’adi melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji yang akan pulang ke tanah air.
Jemaah perdana yang dilepas berjumlah 390 orang yang tergabung dalam kloter 1 Embarkasi Solo (SOC). Mereka akan diterbangkan menuju tanah air dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada pukul 05.10 Waktu Arab Saudi (WAS), Jumat, 15 Juli 2022.
Setelah jemaah asal Solo, disusul jemaah asal Padang (PDG) kloter 1 dengan jumlah 393 orang. Jemaah asal Padang rencananya akan terbang menuju tanah air pukul 07.10 WAS, Jumat, 15 Juli 2022.
“Alhamdulillah malam ini bisa kami lepas jemaah dari SOC Solo. Pesan Pak Menteri, kami dari Kemenag meminta maaf jika selama di tanah suci mungkin kurang maksimal. Meskipun kami sudah menyiapkan sebaik-baiknya, tapi pasti ada kekurangan,” ujar Wamenag dalam pelepasan di hotel tempat jemaah menginap, Kamis (14/7/2022) malam.
Menurutnya, dari berbagai testimoni jemaah menunjukkan kepuasan mereka terhadap layanan haji tahun ini.
“Kalau diukur dari jemaah mereka sangat puas, tapi ekspektasinya belum seperti yang kami harapkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Wamenag juga menyampaikan pesan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang langsung memerintahkan seluruh jajaran Kemenag segera menyiapkan penyelenggaraan haji tahun 2023.
“Setelah haji ini selesai, kita diperintah Pak Menteri langsung menyiapkan haji 2023 agar lebih matang dan lebih baik lagi, agar kami bisa lebih mengantisipasi berbagai kemungkinan,” kata Wamenag.
Untuk haji tahun 2023, Wamenag berharap Kerajaan Arab Saudi bisa menaikkan kuota untuk jemaah Indonesia.
Baik yang menuju Solo maupun Padang, keduanya akan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Penerbangan akan menempuh waktu sekitar 9 jam.
Selain SOC 1 dan PDG 1, di hari yang sama akan diterbangkan juga jemaah SOC 2, Kloter 1 dan 2 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS), serta Kloter 1 Jakarta-Pondok Gede (JKG). (*)











