Sumbarkita — Dinas Pemadam Kebakaran Payakumbuh mencatat sebanyak 358 kasus kebakaran dan penyelamatan di daerah tersebut sepanjang Januari hingga Desember 2025. Dari jumlah tersebut, 92 kejadian kebakaran, sedangkan 266 kejadian operasi penyelamatan.
Kepala Operasional Bidang Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh, Eci, mengatakan berdasarkan data kejadian Januari hingga Desember 2025, kejadian kebakaran paling banyak terjadi pada bulan Juli dengan 14 kejadian, sementara penyelamatan terbanyak terjadi pada bulan Mei sebanyak 37 kejadian.
“Objek yang terdampak dalam kebakaran beragam, mulai dari rumah-rumah warga, pasar, toko, restoran, kendaraan bermotor, sekolah, lahan atau tempat usaha, limbah, serta tempat ibadah atau gedung,” tuturnya kepada Sumbarkita, Rabu (21/1).
Ia mengatakan, penyebab kebakaran yang tercatat sepanjang 2025 meliputi korsleting atau arus pendek jaringan listrik, api kompor, tungku kayu, pembakaran lahan perbukitan, serta pembakaran kebun.
Sementara itu, pada sektor penyelamatan, pihaknya menangani operasi penyelamatan mencakup evakuasi lebah atau tawon, ular, kucing, anjing gila, hingga biawak. Selain itu, petugas juga melakukan evakuasi cincin pada jari yang membutuhkan penanganan cepat dan teknis di lapangan.
Ia menyebutkan, sebaran kejadian kebakaran dan penyelamatan sepanjang 2025 hampir merata di lima kecamatan yang ada di Kota Payakumbuh. Namun, Kecamatan Payakumbuh Barat menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak.













