Sumbarkita — Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Kota Padang mencatat sebanyak 331 kejadian kebakaran sepanjang tahun 2025. Dari data tersebut, penyebab paling banyak berawal dari korsleting listrik.
Kepala Seksi Pusat Pengendalian Operasi Damkar Padang, Sutopo, mengatakan, berdasarkan rekapitulasi bulanan, jumlah kebakaran tertinggi terjadi pada Juli dengan 35 kejadian.
Ia menjelaskan, dari sisi objek terdampak, kebakaran paling banyak terjadi pada bangunan rumah, dengan total 81 kejadian sepanjang tahun. Selain itu, kebakaran juga tercatat pada ruko, toko, warung, dan tempat usaha serta hotel, losmen, kos-kosan, wisma, hingga rumah sakit.
“Kebakaran juga melibatkan sepeda motor, mobil, kapal, alat berat, serta kabel listrik dan meteran listrik,” ujarnya, Selasa (20/1).
Ia menambahkan, kebakaran paling banyak disebabkan korsleting listrik, dengan total 238 kejadian sepanjang 2025.
Penyebab lainnya juga ada disebabkan ledakan gas, membakar sampah, puntung rokok, serta faktor alam seperti angin kencang dan hujan petir.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di rumah, tempat usaha, dan area padat penduduk, serta memastikan instalasi listrik dan peralatan gas dalam kondisi aman.













