Menurut Firdaus, sikap menyalahkan seluruh institusi pesantren bukanlah solusi yang tepat.
“Pepatah mengatakan, untuk membunuh tikus, janganlah lumbung yang dibakar,” ulasnya.
Kendatipun demikian, lanjut Firdaus, dia dan dua Wali Nagari lainnya siap mengawali kasus ini hingga tuntas sebagai bentuk rasa tanggung jawab di lingkungan pesantren itu.
“Dalam rapat koordinasi di kecamatan, pemerintahan tiga nagari berkomitmen untuk memastikan bahwa masalah ini diselesaikan dengan adil dan transparan,” ujar Firdaus.
Firdaus juga mengimbau masyarakat untuk tetap percaya kepada ponpes dan tidak khawatir.
Ia juga menegaskan bahwa masalah seperti ini tidak hanya terjadi di ponpes Canduang saja, tetapi bisa saja ada di tempat lain yang belum terungkap.
“Perlu diingat bahwa masalah seperti ini tidak hanya terjadi di ponpes Canduang saja, tetapi bisa saja ada di beberapa institusi dan instansi lain yang belum terungkap,” ujar Firdaus.
Dia mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan waspada terhadap anak-anak.
“Hal serupa mungkin saja terjadi di tengah-tengah masyarakat kita,” pungkasnya.













