SUMBARKITA.ID – Kantor Wilayah Kementerian Agam (Kemenag) Sumbar mengajak masyarakat turut mendoakan para korban gempa Cianjur dengan menyelenggarakan salat gaib. Di samping itu, aparatur sipil negara (ASN) juga diminta mendonasikan sebagian penghasilan untuk membantu meringankan beban para korban.
Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Helmi mengatakan bencana alam gempa bumi yang terjadi di Cianjur Jawa Barat menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia.
“Ada ratusan orang dilaporkan meninggal akibat gempa yang terjadi pada 21 November 2022 lalu. Selain itu, juga ada ratusan korban luka, baik berat, sedang, maupun ringan dan ribuan korban lainnya harus mengungsi,” kata Helmi, Jumat (25/11/2022).
Helmi mengimbau dan mengajak masyarakat Sumbar untuk sejenak melaksanakan salat gaib dan mengirimkan doa bagi korban meninggal dunia.
“Kita doakan saudara-saudara kita yang meninggal dalam musibah gempa ini mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Bagi korban luka dan para penyintas supaya diberi kesabaran dan ketabahan,” kata Helmi.
Gempa yang berdampak pada ribuan rumah dan bangunan yang rusak juga membuat banyak orang kehilangan hunian. Tak hanya itu, sejumlah sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, masjid, serta gedung perkantoran dan fasilitas kesehatan lainnya rusak.
“Untuk itu saya mengajak seluruh jajaran Kemenag Sumbar untuk ikut memberikan bantuan dan sumbangsih demi terbangunnya kembali sarana prasarana yang terdampak akibat gempa ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan 272 orang meninggal dunia akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Suharyanto mengatakan dari 272 korban meninggal, baru 162 orang yang teridentifikasi. Sementara jumlah korban yang masih hilang sebanyak 39 orang
“Yang sudah dapat diidentifikasi ada 165 orang. Sementara yang masih kita cari identitasnya ada 107 jenazah,” ujarnya.
Editor: RF Asril













