SUMBARKITA.ID – Sebanyak 51 perempuan di Sumatra Barat (Sumbar) mengalami tindakan kekerasan seksual selama tahun 2022. Dari jumlah tersebut 21 orang mengalami pemerkosaan.
Kondisi itu terkuak saat Woman Crisis Centre (WCC) Nurani Perempuan menggelar jumpa pers terkait tindak kekerasan yang dialami perempuan di Sumbar, Jumat (25/11/2022).
Direktur WCC Nurani Perempuan, Rahmi Meri Yanti mengatakan, pihaknya menerima laporan kekerasan terhadap perempuan dari Januari hingga November 2022 sebanyak 94 korban.
“Itu baru yang terdata yang dilaporkan ke WCC Nurani Perempuan,” sebut Rahmi.
Adapun rianciannya, 51 korban mengalami kekerasan seksual, 38 korban KDRT, 2 penganiayaan, 2 korban perundungan atau bully dan 1 korban kekerasan dalam berpacaran.
Kasus kekekesan seksual terhadap perempuan tersebut didominasi oleh anak di bawah umur usia 0-17 sebanyak 30 korban.
“70 persen korban kekerasan seksual ini berdomisili atau berasal dari Kota Padang,” ungkap Rahmi.
Pihaknya sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Mengingat jumlah korban tersebut masih berdasarkan data WCC Perempuan. Pihaknya menduga jumlah kasus kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan Sumbar jumlahnya jauh lebih banyak.
“Jumlah ini baru yang melapor ke WCC Nurani Perempuan, belum yang langsung melapor kepolisian dan lembaga lain,” kata dia. ***















