Sumbarkita — Tebing di Jorong Muko-Muko, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, ambrol dan menimpa dua rumah warga yang berada persis di bawah lereng pada Kamis (27/11) sekitar pukul 11.30 WIB. Material batu dan tanah menutup hampir seluruh badan rumah sehingga membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar.
Menurut informasi awal yang dihimpun di lapangan, longsor tidak hanya merusak dua rumah tersebut, tetapi juga menyeret sebagian bangunan SMA Negeri Cendekia yang lokasinya tidak jauh dari titik kejadian. Sejumlah ruangan rusak. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dari pihak sekolah maupun warga sekitar.
Kondisi makin parah karena peristiwa itu turut memutus total akses jalan lintas Lubuk Basung–Bukittinggi. Jalan utama yang selama ini menjadi jalur vital mobilitas masyarakat tertutup material longsor setebal beberapa meter. Kendaraan dari dua arah terpaksa berhenti dan menunggu instruksi dari petugas.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Agam, AKP Irawadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengatur arus lalu lintas.
“Material longsor sangat tebal dan menutup seluruh badan jalan. Untuk sementara, akses kita tutup total demi keamanan pengguna jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kepolisian bersama warga dan instansi terkait sedang berupaya membuka akses dengan alat berat. Namun, katanya, medan terjal dan kondisi tanah yang masih labil membuat proses evakuasi berjalan hati-hati.
“Kami mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri melewati jalur ini. Risiko longsor susulan masih tinggi,” kata Irawadi.
Warga sekitar mengaku kaget dengan kejadian tersebut karena hujan deras yang turun sejak pagi tidak mengindikasikan potensi longsor sebesar ini.














