Sumbarkita — Korban banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Agam sudah mencapai 181 korban meninggal dunia dan 76 masih hilang. Data tersebut merupakan data per Minggu (7/12) pukul 20.00 WIB.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Gafur, mengatakan bahwa 23 korban meninggal belum teridentifikasi. Ia menyebutkan bahwa sebaran korban yang meninggal berada di Kecamatan Palembayan 134 orang, Malalak 11 orang, Tanjung Raya 10 orang, Matur, Palupuah, Ampek Nagari masing-masing 1 orang.
“Sebanyak 76 orang masih dinyatakan hilang, dengan rincian, Palembayan 67 orang, Malalak 6 orang, Tanjung Raya 2 orang, Lubuk Basung 1 orang,” ujar Abdul kepada Sumbarkita.
Ia mengatakan bahwa jumlah pengungsi mencapai 6.206 jiwa, tersebar di sejumlah kecamatan. Pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Tanjung Raya 3.959 orang, disusul Palembayan sebanyak 1.719 orang, Matur 253 orang, IV Koto 245 orang, Palupuah 30 orang.
“Sebanyak 14 orang masih dalam perawatan medis di RSUD Lubuk Basung, 2 orang di RSUP M. Djamil, dan 1 orang di RSUD M. Yamin Pariaman. Kemudian hingga kini 6.525 orang korban masih terisolasi,” ujarnya.
Ia mengatakan kerusakan permukiman dan infrastruktur juga terdampak dalam skala besar. Rumah warga yang terdampak mencakup 377 unit rusak ringan, 273 rusak sedang, 728 rusak berat.
“Sebanyak 26 titik jembatan mengalami kerusakan, dengan 9 titik sudah berhasil diperbaiki,” tuturnya.
Selain rumah, fasilitas umum yang terdampak, kata Abdul, ada 11 tempat ibadah rusak, 108 sekolah terdampak, 81 irigasi mengalami kerusakan, selain itu 4 unit DAM Parit, dan 5 jalan usaha tani rusak. Kemudian sektor pertanian dan peternakan mengalami kerugian besar. 1.754,11 ha lahan pertanian rusak, dan 4.894 hewan ternak terdampak.













